Solopos.com, SOLO – Situs jejaring sosial sering dipakai penggunanya untuk
mengunggah kisah-kisah menarik. Termasuk hal-hal sepele yang dikemas dalam
cerita yang berlebihan (lebay). Cara ini rupanya punya efek buruk.
Psikolog dari Society for Neuropsychoanalysis, dr. Richard Serry, mengungkap,
orang yang sering menulis status berlebihan dan status bohong di media sosial
cenderung lebih rentan mengalami amnesia. Fenomena ini diberi nama Amnesia
Digital. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh situsnetworking ,
Pencourage, korban utama dari amnesia digital itu adalah para remaja usia 18
hingga 24 tahun. Mereka ketahuan suka berbohong untuk melebih-lebihkan sebuah
kejadian yang mereka alami di dunia nyata saat ditulis ulang di dunia maya. “Penelitian
terbaru menunjukkan ingatan dengan sengaja dimodifikasi dan akhirnya berubah
menjadi tidak akurat lagi sampai akhirnya hal itu merubah jati diri kita.
Berusaha untuk tetap kompetitif [di jejaring sosial] memang normal, namun
menolak keaslian diri kita adalah dampak buruk dari jejaring sosial,” ujar Dr.
Richard Sherry, Daily Mail (29/12/2014). Penelitian Sherry menggunakan sample dari
pengguna Facebook. Selain status lebay, pengguna yang sering
memasang status bohong juga rentan terserang penyakit serupa. Dalam beberapa
kasus juga ditemukan masalah mental lain seperti ketakutan tanpa alasan jelas
(paranoid) dan depresi karena merasa bersalah tidak mampu hidup seperti yang
mereka tulis di status-status Facebook sebelumnya.
Sumber :
http://www.solopos.com/2014/12/31/hasil-penelitian-awas-sering-update-status-lebay-picu-amnesia-564143





0 komentar:
Post a Comment